Dalam industri percetakan, tinta berbahan dasar air dan tinta berbahan dasar minyak adalah dua jenis tinta umum dengan karakteristik berbeda. Tinta berbahan dasar air ramah lingkungan, tidak berbau, dan mudah dibersihkan sehingga cocok untuk mencetak pada kemasan makanan dan bahan lain yang memerlukan standar kebersihan tinggi. Sebaliknya, tinta berbahan dasar minyak memiliki daya rekat dan saturasi warna yang lebih baik, sehingga ideal untuk mencetak pada bahan non-penyerap seperti plastik dan logam. Namun, tinta berbahan dasar minyak dapat melepaskan senyawa organik yang mudah menguap (VOC) selama pencetakan, yang dapat berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Oleh karena itu, pilihan antara tinta berbahan dasar air dan tinta berbahan dasar minyak bergantung pada persyaratan spesifik pekerjaan pencetakan dan bahan yang digunakan untuk mencetak.